Jumat, 13 April 2012

GERAKAN SOSIAL


GERAKAN SOSIAL
Pengertian Gerakan Sosial
*        Gerakan sosial (politik) adalah gerakan yang dilakukan sekelompok individu yang terorganisir untuk merubah (properubahan) ataupun mempertahankan (konservatif) unsur tertentu dari masyarakat yang lebih luas. (Bruce J Cohen, 1992).
*        Gerakan sosial (politik) adalah perilaku kolektif yang ditandai kepentingan bersama dan tujuan jangka panjang, yaitu untuk mengubah ataupun mempertahankan masyarakat atau institusi yang ada di dalamnya. (Kamanto Sunarto, 2004).
*        Gerakan sosial (politik) adalah suatu upaya yang kurang lebih keras dan terorganisir yang dilakukan oleh orangorang yang relative besar jumlahnya, entah untuk menimbulkan perubahan, enath untuk menentangnya (mempertahankan status-quo). (James W. Vander Zanden, 1990 dan Rafael Raga Maran, 2001).
*        Gerakan sosial (politik) adalah kegiatan atau usaha kolektif yang berusaha untuk mengadakan orde kehidupan yang baru. ( Kartasapoetra dan Kreimers, 1987).

*        Gerakan kemasyarakatan adalah seperangkat keyakinan dan tindakan yang tak terlembaga (noninstitutionalised) yang dilakukan sekelompok orang untuk memajukan atau menghalangi perubahan di dalam suatu masyarakat.Tidak terlembaga mengandung arti mereka cenderung tidak diakui sebagai sesuatu yang berlaku umum secara luas dan sah di dalam suatu masyarakat. (Robert Mirsel, 2004)

*        Gerakan sosial (politik) adalah upaya kolektif untuk melakukan perubahan melalui organisasi sebagai wadah gerakan, gerakan tersebut melembaga, memiliki gagasan alternatif perubahan, aktivitas dan gerakannya tersus-menerus, memiliki identiitas koletif, serta kehadirannya menjadi tantangan bagi pihak lain. (Laode Ida, 2003).
 
PENGERTIAN UMUM GERSOSPOL
*        Gerakan Sosial Politik adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial politik yang sama (mempertahankan, merubah, merebut, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial politik); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, partai politik, dll) dan bertahan cukup lama.
CIRI-CIRI GERSOSPOL
*        Bruce J Cohen, 1992
• gerakan kelompok
• terorganisir (struktur, personalia, jaringan, mekanisme kerja, dukungan modal/alat, dll)
• memiliki rencana, sasaran, dan metode
• memiliki ideologi
• merubah atau mempertahankan
• memiliki usia jauh lebih panjang
Kamanto Sunarto, 2004
• perilaku kolektif
• kepentingan bersama
• mengubah ataupun mempertahankan masyarakat atau  institusi yang ada di dalamnya.
• tujuan jangka panjang
• Penggunaan cara di luar istitusi (mogok makan, pawai, demo, konfrontasi, dll)
*        James W. Vander Zanden, 1990 dan Rafael Raga Maran, 2001
• upaya terorganisir yang
• dilakukan sekelompok orang
• menimbulkan perubahan/menentangnya
• aktif atau tidak pasif menata perubahan
*        Kartasapoetra dan Kreimers, 1987
• kegiatan kolektif
• berusaha mengadakan orde kehidupan baru.
• memiliki kendali dan bentuk
• memiliki kebiasaan atau nilai sosial
• memiliki kepemimpinan dan tenaga kerja
*        Robert Mirsel, 2004
• memiliki seperangkat keyakinan dan tindakan tak terlembaga (noninstitutionalised)
• dilakukan sekelompok orang
• memajukan atau menghalangi perubahan di dalam suatu masyarakat.
• mereka cenderung tidak diakui sebagai sesuatu yang berlaku umum secara luas dan sah di dalam suatu masyarakat.
*        Laode Ida, 2003
• ada upaya kolektif melakukan perubahan
• adanya organisasi sebagai wadah gerakan
• gerakan tersebut melembaga
• memiliki gagasan alternatif perubahan
• aktivitas dan gerakannya terus-menerus
• memiliki identitas kolektif sebagai ciri
• serta kehadirannya menjadi tantangan bagi pihak lain (pemerintah, institusi manca negara,
   dll). (Laode Ida, 2003).
• gerakan dilakukan sekelompok orang
• memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial politik
• mempertahankan, merubah, merebut, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial politik
• dilakukan secara sistematis dan terorganisir
• Memiliki identitas kolektif dan alternatif perubahan
• dapat berbentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, partai politik, dll
• bertahan cukup lama.
FAKTOR PENYEBAB GERSOSPOL
*        Bruce J Cohen, 1992
1. Ketidakpuasan banyak orang
2. Frustasi kolektif
3. Persamaan nasib (miskin, susah, dll)
4. Keyakinan bahwa bila mereka bekerjasama dan bersatu dapat mengadakan perubahan
     dan mengatasi persoalan bersama

Kamanto Sunarto, 2004
1. Faktor psikologis (kesamaan perasaan)
2. Faktor sosiologis (kesamaan SARA)
3. Defrivasi ekonomi dan sosial (BBM dan sembako naik, kehilangan pekerjaan, susah makan, miskin, menderita, dll)
4. Defrivasi relatif (kelas menengah mapan ekonomi, namun kurang puas dengan kemacetan demokrasi dan kebebasan)
Faktor Penyebab Gersospol, menurut Rafael Raga Maran, 2001
  1.  Pendekatan konflik (Banyak diilhami pemikiran Karl Marx. Kelas bawah merasa diekploitir oleh majikan, mereka tetap miskin namun majikan tetap kaya. Kelas pekerja menemukan kesadaran sosial, berintrekasi, dan bersatu menggulingkan kapitalisme untuk mencapai cita-cita masyarakat komunis: sama rasa-sama rata. Tapi pendekatan ini, menurut James Davies tidak selamanya harus berakhir dengan masyarakat komunis, bisa juga masyakarat modern, dll.)
Rafael Raga Maran, 2001
2.       Pendekatan mobilisasi sumber daya
·         Kesadaran bahwa perubahan sosial yang menjadi cita-cita gerakan sosial sangat ditentukan oleh mobilisasi sumber daya yang meliputi faktor struktural, ketersediaan sumber daya khusus, jaringan relasi, dll.
·         Ketidakpuasan atau kekurangan diyakini bersifat konstan dan bisa menimpa seluruh masyakarat modern, kapitalis, dan komunis.
*        Kartasapoetra dan Kreimers, 1987
  1. Keadaan gelisah atau kacau
  2. Mendapatkan daya gerak dari ketidakpuasan kehidupan sekarang
  3. Mendapatkan daya gerak dari keinginan mewujudkan sistem kehidupan baru
*        Robert Mirsel, 2004
  1. Adanya interpretasi individu dan kolektif terhadap masalah-masalah sosial yang harus diatasi bersama  (teori ketegangan sosial)
  2. Gerakan masyarakat diyakini memajukan demokrasi dan persamaan (teori pilihan rasional)
  3. Gerakan masyarakat diyakini mendorong proses pembentukan identitas kolektif baru (teori psikologi sosial).
FAKTOR UMUM PENYEBAB GERSOS
FAKTOR INTERNAL
1. Ketidakpuasan
2. Frustasi
3. Gelisah
4. Persamaan nasib
5. Keyakinan kerja sama mengadakan perubahan
6. Status-quo
FAKTOR EKSTERNAL
1. Eksploitasi elit/kelas
2. Daya tarik/bayangan
    sistem kehidupan baru
3. Identitas kolektif baru
4. Demokrasi
5. Ideologi baru
6. Sistem politik, sosial, ekonomi baru
BENTUK GERSOSPOL
*        Bruce J Cohen, 1992
1. Gerakan Ekspresif
2. Gerakan Regresif
3. Gerakan Progresif
4. Gerakan Konservatif
5. Gerakan Pembaruan (Reformasi)
6. Gerakan Revolusioner
7. Gerakan Utopian
8. Gerakan Migrasi
Bruce J Cohen, 1992
1. Gerakan Ekspresif
Gerakan yang merubah persepsi mereka terhadap lingkungan luar yang kurang menyenangkan ketimbang merubah kondisi luar itu sendiri.
Contoh: Gerakan penghidupan kembali agama yang sudah mati, gerakan kaum hippis, gerakan millinenium, dll.
2. Gerakan Regresi (Reaksioner)
Gerakan yang berusaha  mengembalikan keadaan kedudukan sebelumnya karena  kecewa dengan keadaan sosial yang sedang berjalan.
Contoh: Gerakan Ku Klux Klan (KKK). Gerakan ini ingin menempatkan kembali hak sipil dan
kebebasan orang kulit hitam pada kedudukan
sebelumnya agar tetap memiliki status sosial
rendah.
3. Gerakan Progresif
Gerakan yang bertujuan memperbaiki masyarakat dengan cara mengadakan
perubahan-perubahan positif pada lembaga atau organisasinya.
Contoh: Gerakan buruh di AS pada awal abad ke-20, yang membuat jaringan buruh dan menuntut kenaikan upah dan pemenuhan hak-hak standar buruh.
4. Gerakan Konservatif
Gerakan yang berusaha menjaga agar masyarakat tidak berubah. Kedudukan masyarakat masa sekarang adalah kedudukan yang paling menyenangkan.
Contoh: Partai konservatif Inggris, yang berusaha mempertahankan status-quo, dll.
5. Gerakan Pembaruan (Reformasi)
Gerakan yang bertujuan merubah sebagai
aspek tertentu di dalam masyarakat tanpa memperbarui secara keseluruhan.
Contoh: Gerakan Reformasi Mahasiswa Indonesia Mei 1998 (menuntut regenerasi
kepemimpinan, anti KKN, dll. Gerakan
kebebasan kaum homo-seksual di AS yang menuntut persamaan hak dan derajat, dll.
6. Gerakan Revolusioner
Gerakan yang bertujuan menggusur sistem sosial yang berjalan dengan sistem sosial yang lain. Gerakan ini berjalan cepat dan drastis.
Contoh: G30S/PKI yang gagal di Indonesia. Gerakan Glasnot dan Perestroika di Uni Soviet yang mengakibatkan negara terpecah dan sistem komunis di beberapa negara pecahan berganti dengan sistem sosial demokrasi.
7. Gerakan Utopian
Gerakan yang bertujuan menciptakan lingkungan sosial ideal yang dihuni sekelompok kecil para
pengikut mereka. Gerakan ini sering mengarah kepada gerakan pemisahan diri (separatis).
Contoh: Gerakan Komune Pedesaan yang memenuhi kebutuhan sendiri di AS era 60-an. Gerakan NII di Indonesia yang bertujuan mendirikan Negara Islam, dll.
8. Gerakan Migrasi
Gerakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak puas
dengan keadaan sekarang lantas melakukan migrasi ke mana saja dengan harapan memperoleh masa depan lebih baik.
Contoh: Gerakan Zionis Israel yakni  pengembaraan orang yahudi ke Israel (“tanah yang dijanjikan”). Gerakan Hijrah dari mekah ke madinah oleh Nabi Muhamamad SAW dan pengikutnya, untuk mewujudkan masyarakat madinah (kota) pembauran kaum muhajirin (pendatang) dan anshor (menetap). dll.
David Aberle dalam buku Kamanto Sunarto, 2004
1. Alterative Movements (contoh: kampanye anti rokok, minuman keras, seks bebas, dll)
2. Redemptive Movements (contoh: gerakan keagamaan menyuruh tobat, MQ, dll)
3. Reformatif Movements (contoh: gerakan feminisme untuk persamaan derajat, People Power di Filipina, Gerakan Reformasi Mei 1998 di Indonesia, dll)
4. Transformatif Movements (contoh: gerakan Khmer Merah untuk menciptakan masyarakat
     komunis di Kamboja. Gerakan rezim komunis di Uni Sovyet tahun
30-an dan di Tiongkok tahun 40-an.
William Kornblum dalam buku Kamanto Sunarto, 2004
1. Revolutionary Movement (Gerakan mengubah institusi atau stratifikasi masyarakat. Contoh: Revolusi di Rusia 1917 dan di tiongkok 1949, mengubah menjadi masyarakat komunis)
2. Reformist Movement (Gerakan mengubah sebagian institusi atau nilai. Contoh: Budi Utomo 1908 pendidikan modern barat, People Power di Filipina, Gerakan Reformasi Mei 1998 di Indonesia, dll)
3. Conservatife Movement (Gerakan yang berusaha mempertahankan istitusi dan nilai. contoh: Gerakan anti feminisme yang ada di AS menentang gerakan feminisme yang memperjuangkan kesetaraan hak. dll)
4. Reactonary Movement (Gerakan yang berusaha mengembalikan keadaan kedudukan sebelumnya karena kecewa dengan keadaan sosial yang sedang berjalan. Contoh: Gerakan Ku Klux Klan (KKK). Gerakan ini ingin menempatkan kembali hak sipil dan kebebasan orang kulit hitam pada kedudukan sebelumnya agar tetap memiliki status sosial rendah.
Rafael Raga Maran, 2001
1. Gerakan Revolusioner
2. Gerakan Reformasi
3. Gerakan Perlawanan  (conservatif)
4. Gerakan Ekspresif
Kartasapoetra dan Kreimers, 1987
1. Gerakan Sosial Umum
    (Gerakan Buruh, Gerakan Pemuda, Gerakan  Wanita, Gerakan Perdamaian, dll)
2. Gerakan Sosial Khusus
    (Gerakan reformasi, Gerakan Revolusi,dll)
3. Gerakan Sosial Ekspresif
    (Gerakan Keagaman dan Gerakan Penciptaan)
BENTUK UMUM GERSOSPOL
1. Gerakan Ekspresif
2. Gerakan Regresif
3. Gerakan Progresif
4. Gerakan Konservatif (Perlawanan)
5. Gerakan Pembaruan (Reformasi)
6. Gerakan Revolusioner
7. Gerakan Utopian
8. Gerakan Migrasi
9. Gerakan Pemuda
PERBEDAAN PENGERTIAN
• Gerakan Sosial Politik
• Gerakan Sosial Budaya
• Gerakan Sosial Ekonomi
• Gerakan Sosial Lingkungan
• Gerakan Sosial Kemasyarakatan
• Gerakan Sosial Lain
Gerakan Sosial Politik
Gerakan Sosial Politik adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial politik yang sama (mempertahankan, merubah, merebut, mengontrol, dan menjalankan kehidupan social politik); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, partai politik, dll) dan bertahan cukup lama.
Gerakan Sosial Budaya
 Gerakan Sosial Budaya adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial budaya yang sama (mempertahankan, merubah, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial budaya); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, lembaga budaya, dll) dan bertahan cukup lama.
Gerakan Sosial Ekonomi
Gerakan Sosial Ekonomi adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial ekonomi yang sama (mempertahankan, merubah, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial ekonomi); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, lembaga ekonomi, dll) dan bertahan cukup lama.
Gerakan Sosial Lingkungan
Gerakan Sosial Lingkungan adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial ekologi yang sama (mempertahankan, merubah, mengontrol, dan menjalankan kehidupan social ekologi); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, dll) dan bertahan cukup lama.
Gerakan Sosial Kemasyarakatan
Sosial Kemasyarakatan adalah gerakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki visi, misi, tujuan, ide, nilai sosial kemasyarakatan yang sama (mempertahankan, merubah, mengontrol, dan menjalankan kehidupan sosial kemasyarakatan); yang dilakukan secara sistematis, terorganisir (dalam bentuk kelompok pelajar/mhs, LSM, ormas, pers, pressure group, dll) dan bertahan cukup lama.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar